Saturday, June 18, 2016

Insiden Anjing di Tengah Malam yang Bikin Penasaran




Title : Insiden Anjing di Tengah Malam yang Bikin Penasaran

Original Title : The Curious Incident of The Dog in the Night-time

Author/Translator : Mark Haddon/Hendarto Setiadi

Rate : 5/5


Novel ini adalah jenis novel yang bisa diselesaikan dalam sekali duduk. Selain karena ceritanya yang nge-hook bahasa yang digunakan juga ringan. Dari segi judul sebenarnya terlalu kaku dan kurang menarik, bahkan judul ini terkesan membocorkan cerita sebelum dibaca yang mana itu sebenarnya tidak baik dalam hal pemilihan judul. Tapi, sang penerjemah memberikan penjelasan pada bagian akhir novel ini bahwa pemilihan judul dibuat demikian dengan tujuan untuk sebisa mungkin tetap memunculkan karakter tokoh yang kaku dan lugas dalam berbahasa.

Bukan hanya judulnya yang kaku, gaya bahasa penulisan novel ini memang simpel, tidak rumit, tapi sangat mengesankan dan itu keren. Jadi, buku Insiden Anjing di Tengah Malam yang Bikin Penasaran adalah cerita yang dikisahkan oleh Christopher seorang anak usia lima belas tahun penderita syndrom Asperger yang berusaha mencari tahu siapa yang membunuh anjing tetangganya dengan aksi detektif terinspirasi dari tokoh favoritnya Sherlock Holmes.

Berkaitan dengan sindrom Asperger, kebanyakan informasi di internet akan mengatakan hal serupa seperti salah satu penyakit autisme, kesulitan dalam berinteraksi sosial, tidak bisa mengekspresikan perasaan, memiliki kecerdasan di atas rata-rata, dan sebagainya. Tapi setelah membaca langsung novel ini Mark Haddon benar-benar ingin agar kita setidaknya mencoba mengalami atau menjadi si penderita Asperger dengan mengikuti kebiasaan-kebiasaan dan cara berpikir Christopher yang akan terasa aneh bagi orang normal.

Dalam misinya memecahkan kasus pembunuhan anjing tetangganya, Christopher dengan pola pikir yang sangat praktis dan logis, bahkan mirip seperti cara kerja komputer, menemukan kesulitan-kesulitan karena dia tidak bisa berinteraksi dengan orang asing. Selain itu dia kesulitan untuk menerima informasi-informasi dari luar yang bersifat non verbal yang menjadikan dia sulit memunculkan dugaan-dugaan peristiwa berdasarkan nalurinya. Baginya apa yang dipikirkan adalah hal yang memang ada dan logis dan dapat dibuktikan secara ilmiah.
Mengenai alur cerita Mark Haddon tidak akan mengecewakan pembaca, meskipun saya sempat berharap buku ini akan seperti buku detektif versi bukan-dari-sudut-pandang-orang-normal-pada-umumnya. Di balik judulnya yang seperti awur-awuran dan sinopsis yang terlihat sangat ringan, penulis sedang bersiap menghadirkan kisah pilu yang coba disampaikan dengan sudut pandang penderita sindrom Asperger yang tentu saja tidak memerlukan banyak kata kiasan atau metafora. Dan kabar baiknya, it is a happy ending story :)

Catatan:
Baca buku ini dan ada kemungkinan sedikit banyak sifat penderita Asperger ada yang nempel di alam bawah sadar. Dan cara berpikir mereka ternyata mengagumkan.

Thursday, June 16, 2016

SOE HOK GIE: catatan seorang demonstran



Title : SOE HOK GIE (catatan seorang demonstran)
Author : Soe Hok Gie
Rate : 3/5


Sebenarnya buku ini sudah lama ada di rak dan menjadi nomor sekian dalam antrian hingga akhirnya sekarang sudah selesai saya baca. Buku ini agak berbeda dengan buku-buku lain yang pernah saya review, karena buku Soe Hok Gie ini adalah sebuah catatan harian. Sebuah buku biasanya ditulis dengan maksud untuk diterbitkan dan dibaca oleh para pembaca secara terbuka. Sedangkan Soe Hok Gie, sang penulis catatan harian ini tidak bermaksud demikian terhadap catatan-catatannya. Bisa dibilang buku ini bersifat pribadi, malah sangat pribadi, Soe Hok Gie menulis sesuai isi dan kata hatinya, dari mulai kesehariannya sampai masalah percintaan pun ia curahkan di sini.

Dari gaya bahasa ada perubahan yang jelas terlihat dari awal Gie menulis saat ia berusia lima belas tahun hingga dewasa. Pada catatan masa kecilnya Gie sering menulis tentang sekolah, teman-temannya, nilai-nilai pelajaran yang didapat dan juga tentang guru-gurunya. Dari gaya tulisannya terlihat bahwa dari kecil pun seorang Gie adalah sosok yang idealis, pendiriannya teguh dan cukup kritis untuk anak usia lima belas tahun.

Karena buku ini memuat catatan harian maka cerita-cerita yang disajikan berdasarkan tanggal penulisan ini sering tidak terkait satu sama lain. Selain itu ada banyak cerita yang sebenarnya akan sedikit sulit bagi kita yang tidak mengenal tokoh-tokoh yang disebutkan Gie -yang sebagian besar adalah teman dekatnya- untuk memahaminya. Akan sangat berbeda jika kita membaca novel yang memang telah disusun dan dinarasikan sedemikian rupa sehingga pembaca tidak hanya mengenal nama bahkan bisa paham dengan karakter tokoh-tokohnya.

Saya sedikit mengamini pendapat Salim Said (Tempo, 6 Agustus 1983) dalam ulasannya tentang buku ini bahwa sebagai pembaca saya tidak memungkiri ada kebosanan saat saya membaca cerita Gie tentang kegiatan di Fakultas Sastra-nya. Mungkin cerita-cerita tersebut bisa menjadi menarik jika dibaca oleh teman-teman Gie yang memang terlibat di dalamnya atau yang mengenal tokoh-tokoh yang disebutkan Gie. Saya malah lebih tertarik dengan kata pengantar yang ditulis oleh Daniel Dhakidae di awal buku ini yang mengulas sosok Soe Hok Gie melalui beberapa penggalan catatan hariannya. Sebenarnya mungkin akan lebih menarik jika dibuat demikian.

Terlepas dari menarik atau membosankan, buku ini punya rasa tersendiri. Sebagai pembaca kita bisa mengenal sosok Soe Hok Gie sesuai interpretasi kita terhadap tulisan-tulisannya secara langsung, tidak digiring oleh persepsi orang lain. Selain itu dengan melihat catatan harian Soe Hok Gie saya merasa bahwa menulis catatan harian atau diary tidak selamanya adalah kegiatan anak perempuan di ambang masa remaja yang sedang kasmaran. Menulis catatan harian ternyata bisa jadi investasi, bukan investasi dengan tujuan dibukukan, tetapi investasi untuk mengenal diri kita lebih baik melalui tulisan-tulisan kita.

Catatan:
Buku ini banyak ilmu dan inspirasinya. Untuk menghindari kebosanan bisa skip saja bagian yang dirasa kurang menarik, toh ceritanya tidak terlalu berkaitan.