Wednesday, October 28, 2015

Rudy : Kisah Masa Muda Sang Visioner

Apa yang membuat orang tertarik membaca sebuah biografi? Pertama yang pasti adalah tokohnya, kedua mungkin prestasi, dedikasi, atau karya-karya tokoh tersebut, yang ketiga dan seterusnya barulah mungkin tentang penulis, penerbit dan lain sebagainya. Dan apa yang dicari seorang pembaca dari sebuah biografi? Pertama mungkin perjalanan hidup tokoh, kedua mungkin pencapaian-pencapaian dalam hidup si tokoh, atau malah kegagalan-kegagalan yang selama ini tidak diketahui, dan selanjutnya yang secara alami akan diperoleh adalah inspirasi. 

Untuk tokoh sebesar BJ. Habibie saya rasa banyak orang sudah terinspirasi tanpa perlu membaca biografinya, tanpa tahu kisah masa kecilnya, bahkan tanpa perlu mengenal lebih dekat meski hanya sekedar membaca kisahnya. Sebegitu besarnya sosok Habibie sampai saya sendiri pun merasa bangga meski hanya dengan modal kewarganegaraan Indonesia. 

Tapi kadang semakin besar karya seseorang semakin inspirasi itu terasa terlampau tinggi untuk

orang-orang seperti saya misalnya. Padahal kita hidup pada masa yang sama dengan Pak Habibie, meskipun terpaut lumayan jauh umurnya. Tapi setidaknya Pak Habibie adalah sosok nyata yang hidup di zaman ini. 



Title : Rudy (Kisah Masa Muda Sang Visioner)
Author : Gina S. Noer
Rate : 4/5

Masuk ke review buku Rudy, yang ingin saya sampaikan adalah bahwa buku ini menginspirasi sekaligus menghibur, mendidik sekaligus melawak, dan berkisah sekaligus belajar sejarah. Saya percaya bahwa kisah menarik butuh pencerita atau penulis yang handal, dan buku Rudy ini adalah perpaduan kisah tokoh besar dengan penulis yang pintar meramu cerita. Untuk itu saya dedikasikan paragraf ini secara khusus untuk mengapresiasi Gina S. Noer atas kerja kerasnya menyusun kisah hidup Pak Habibie menjadi sangat enak dinikmati.

Alur cerita Rudy sangat mengalir, bahkan buku biografi ini lebih seperti novel yang membuat pembaca selalu penasaran dengan lanjutan cerita di halaman-halaman selanjutnya. Meski di buku ini tidak secara runtut dituliskan tanggal peristiwa, namun inti yang ingin disampaikan selalu bisa muncul sekalipun dalam hal-hal kecil. 

Saya rasa beginilah seharusnya sebuah biografi. Ia tidak lagi menampilkan tokoh seperti apa yang selama ini orang ketahui, tetapi mengupas cangkang yang selama ini melingkupi si tokoh melalui kaca mata banyak orang dan menghadirkan tokoh tersebut dalam dirinya yang sebenarnya. Buku Rudy adalah jangkar yang membumikan inspirasi dari seorang Habibie yang selama ini melangit, yang meyakinkan pembaca bahwa kehidupan Habibie kecil tidak jauh berbeda dengan kehidupan kebanyakan orang, dan bahwa perjuangan orang tua Habibie pun tidak lebih mudah dari para orang tua saat ini (meskipun keluarga Habibie adalah keluarga kaya di zamannya) dalam mengupayakan pendidikan anak-anaknya. 

Catatan:
Yang merasa buku biografi membosankan, buku ini beda!

Monday, October 12, 2015

Wisata Bandung: Puncak Bintang, Bukit Moko


Karena dikelilingi oleh dataran tinggi dan sejuk, Bandung memiliki wisata-wisata alam di perbukitan yang cukup banyak. Salah satu yang jadi andalan adalah Puncak Bintang. Lokasinya berada di daerah Cimenyan, Bandung. Jarak Puncak Bintang dari kota Bandung kurang lebih sekitar 10 km dan bisa ditempuh dengan kendaraan sepeda motor atau mobil.

Dari arah kota Bandung bisa ditempuh meggunakan rute melalui jalan Supratman dekat gasibu Gedung Sate Bandung ke arah terminal Cicaheum. Sebelum sampai ke terminal Cicaheum kemudian belok melalui jalan Cikutra. Setelah itu jalanan yang dilewati berkelok-kelok, naik dan turun tapi sudah di aspal. Performa kendaraan yang bagus sangat diutamakan di medan seperti ini.

Di tepi jalan akan ditemui penjual-penjual makanan, kebanyakan dari mereka menjual jagung bakar  dan minuman hangat seperti bajigur atau air jahe. Tapi sayangnya sebagian besar berjualan saat malam hari. Lokasi ini memang menawarkan view Kota Bandung di malam hari dengan kerlap-kerlip lampu kotanya. Konon, Puncak Bintang adalah tempat tertinggi di Kota Bandung.

Sunrise di perjalanan. Di Puncak Bintang sunrise tidak terlihat karena menghadap ke barat (cmiiw). 

 
Setelah  melalui jalan beraspal dan naik terus ke ketinggian kemudian akan dijumpai mamang-mamang tukang parkir dengan banyak motor. Di sinilah saatnya memarkir kendaraan. Selebihnya, untuk mencapai Puncak Bintang harus ditempuh dengan berjalan kaki. Jarak tempuh yang dilalui untuk sampai ke atas dengan berjalan kaki sebenarnya tidak terlalu jauh, hanya saja tanjakannya terlalu curam. 

Sampai di pintu gerbang. 



Sayang sekali pohon-pohon sedang meranggas.





1450 mdpl.



Masih berkabut walaupun matahari sudah tinggi.




Oleh-oleh dari pohon.